Dengan maraknya perkembangan industri game dan meningkatnya peminat serta pemain video game saat ini, Indonesia tak cuma berhasil memunculkan banyak youtuber gaming, tetapi juga memunculkan banyak video game yang dibuat oleh anak bangsa. Semakin lama game buatan developer Indonesia bahkan semakin bagus kualitasnya dan tidak kalah saing dengan game skala internasional.
Kita tak pernah kekurangan game buatan Indonesia. Berbagai judul dan genre selalu bermunculan. Dari segi grafis hingga jalan cerita, game lokal pun semakin menjanjikan dan pantang buat kalian lewatkan. Oleh karena itu pada posting artikel kali ini akan dibahas daftar 10 game terbaik buatan developer Indonesia. Mari simak pembahasannya.
Coral Island
Baiklah, game yang pertama dalam daftar ini adalah game yang saya pribadi sangat tunggu-tunggu tanggal rilisnya, yaitu Coral Island. Sebuah game dari developer bernama Stairway Games asal Yogyakarta. Pada awal tahun 2021, developer game ini mengadakan penggalangan dana dan sempat bikin heboh dengan suksesnya penggalangan dana mereka, yang berhasil mendapatkan dana sebesar lebih dari 6 ratus ribu dollar.
Bagi kalian generasi 90-an yang pernah main game Harvest Moon, atau kalau kalian pernah main game Stardew Valley, pasti familiar dengan game bertani dan beternak. Game ini bisa dibilang versi modern dari game dengan gameplay dan genre seperti kedua game tersebut.
Dengan menghadirkan beberapa mekanisme seperti di game Stardew Valley, Coral Island memberikan kita banyak hal untuk dilakukan dalam game dari sekadar bertani, beternak, atau bersosialisasi. Misalnya saja di game ini kalian bisa mengatur layout dari bangunan-bangunan di peternakan kalian, melakukan penambangan tentunya dengan hadirnya beberapa monster yang akan menghalangi kita. Bahkan di game ini kalian bisa eksporasi sampai ke bawah air.
A Space for the Unbound
Game selanjutnya dari developer bernama Mojiken ada A Space For The Undbound, yang buat aku pribadi karena banyak hal dalam game tersebut yang relate dengan kehidupan pribadiku, menjadikan game ini adalah game terbaik dari sudut pandangku bahkan mengalahkan game dengan grafik realistis sekalipun.
Sudah tersedia di Steam (A Space for the Unbound – Steam) dan bisa kalian beli dengan harga yang cukup murah. Tapi kalo kalian mau coba secara gratis, bisa mainkan versi demo-nya yang diberi nama prologue.
Sebagai penikmat game yang punya grafik pixel art, game yang satu ini menurutku adalah masterpiece, yang tidak bermaksud melebih-lebihkan tapi kalo kalian juga suka game tanpa memandang bahwa game harus punya grafik realistis, maka ada banyak hal yang bisa kalian nikmati dari game ini. Bahkan ketika pertama kali aku mainkan, game lebih terasa kayak nonton sebuah anime dibandingkan main game.
Tidak lupa tentunya sebagai game buata orang Indonesia, A Space For The Undbound selain ada versi bahasa Indonesianya, juga banyak menampilkan nuansa Indonesia seperti suasana perumahan dan kegiatan orang-orangnya yang menurut saya, Indonesia banget seperti, ibu-ibu yang kalo sore menyiram tanaman depan rumah, atau suasana warung kelontong yang menjual berbagai jenis barang sehari-hari, ataupun pedagang bakso pinggir jalan yang punya tempat makan yang sangat khas.
Hampir semua hal bernuansa lokal dalam game ini tidak akan bisa ditemukan di kebanyakan game apalagi untuk game-game yang tersedia di berbagai platform khususnya PC.
Troublemaker (Parakacuk)
Buat kalian yang suka game open-world atau suka main game seperti GTA, Bully, atau seri game Yakuza, mungkin game Troublemaker ini bakal bikin kalian merasa main game “GTA versi Indonesia”.
Selain menghadirkan banyak unsur “yang ada Indonesia-nya”, game yang awalnya pakai nama “Parakacuk” yang lalu diganti jadi “Troublemaker” ini punya mekanik yang unik dan juga punya cerita yang menurut aku pribadi lumayan unik meskipun agak gak masuk akal di dunia nyata.
Yang mana di game ini kalian akan menjadi anak sekolah di sebuah SMK yang pada akhirnya ikut sebuah turnamen pertarungan antar jurusan di sekolahnya untuk memperbutkan hadiah dari sekolah. Yang kalo dipikir mana ada sekolah yang menjadikan muridnya bertarung satu sama lain. Dan di situlah letak hal yang menurutku gak make sense.
Hanya saja sebagai game buatan lokal, Troublemaker masih punya beberapa kekurangan yang mungkin nantinya masih bisa dikembangkan jadi lebih baik dan sepertinya akan ada seri lanjutan dari game ini di masa depan. Khususnya jika mekanisme open-world dalam game ini bisa dibuat jadi lebih luas di mana player akan bisa menjelajah lebih jauh lagi dibandingkan tempat-tempat di dalam sekolah yang itupun tidak semuanya bisa dijelajahi.
Namun tetap saja ini sudah jadi langkah yang berarti agar game buatan developer Indonesia nantinya bisa lebih banyak, lebih beragam, dan punya kualitas yang lebih bagus lagi, serta elemen yang lebih canggih.
Coffee Talk
Selanjutnya ada game dari developer asal Malang (kalau gak salah), yang bernama Toge Productions, yang namanya ini diambil dari nama sayuran toge.
Developer yang satu ini bisa dibilang sukses menghadirkan game-game dengan story line yang keren banget, bahkan meskipun dengan tampilan game yang cenderung sederhana. Game dari Toge Productions mampu memanjakan mata kita sebagai pemain serta hanyut ke dalam alur cerita di dalam game-nya.
Game buatan mereka ada beberapa, diantaranya ada Coffee Talk yang bulan September 2021 kemarin mengumumkan Coffee Talk episode kedua. Game ini menggunakan pixel art style sebagai tampilan game nya yang berasa klasik tapi juga keren. Di game ini kalian akan bermain sebagai seorang bartender, bisa dibilang begitu, di mana kalian akan mendengarkan masalah-masalah dari para pelanggan kalian serta membantu mereka dengan menyajikan minuman dengan bahan-bahan tertentu.
Yang membuat game ini keren bukan hanya di gameplay nya yang unik, tapi juga cerita dari masalah-masalah orang-orang yang ada di universe game ini, yang mungkin akan memberikan pandangan baru bagi kalian yang memainkannya.
When the Past was Around
Selain itu ada game dari Mojiken yang juga dipublikasikan oleh Toge Productions yaitu When The Past Was Around di mana kalian akan bermain sebagai seorang karakter wanita yang menelusuri masa lalunya bersama sesosok manusia burung hantu.
Game ini menghadirkan puzzle ala-ala notasi musik yang akan bikin kalian memutar otak untuk menyelesaikannya, yang juga diiringi dengan soundtrack menenangkan serta cerita yang lumayan menyentuh khususnya bagi kalian yang lagi kasmaran.
Tampilan dalam game ini punya style yang sangat unik dengan nuansa Indonesia klasik yang hangat hadir di sepanjang game nya. Kalau kalian suka game yang ceritanya mendalam, besar kemungkinan game ini akan cocok buat kalian.
Dreadout 1 & 2
Kemudian game selanjutnya dalam daftar ini ada game serial horor bernama Dreadout dan Dreadout 2. Dua buah game buatan Digital Happines, developer asal Bandung, Jawa Barat. Game serial Dreadout ini sukses menjadi salah satu game horor 3D third person, yang menjadi game pertama yang saya mainkan yang voice over nya pakai bahasa Indonesia.
Sebagai game bergenre horor, Dreadout sukses menguji jantung saya yang memang gampang kaget, dengan banyaknya tantangan menegangkan dan jumpscare di momen-momen tak terduga, serta game ini mampu mengantarkan cerita yang dalam dan penuh misteri dari sudut pandang seorang siswi SMA.
Pamali: Indonesian Folklore Horror
Di daftar selanjutnya masih di game bergenre horor, ada Pamali: Indonesian Folklore Horror. Sebuah game buatan Story Tale Studios yang berbasis di Bandung juga, dan sukses membuat hantu-hantu lokal Indonesia menjadikan go internasional.
Game ini pada dasarnya punya begitu banyak ending, baik itu ending baik, ending buruk, maupun ending kocak yang tidak diduga-duga. Selain itu game PAMALI ini juga menghadirkan banyak sekali urban legend Indonesia yang kental. Voice over nya juga sudah pakai bahasa Indonesia.
Environment dalam game ini juga sedikit banyak bikin kita nostalgia khususnya dengan nuansa rumah Indonesia klasik, yaah meskipun suasananya pasti menyeramkan, namanya juga game horor.
Rage in Peace
Oke, satu lagi game buatan Indonesia yang punya story yang dalam namun dibungkus dengan gameplay platformer side-scrolling. Ini dia Rage In Peace, sebuah game buatan Rolling Glory Jam developer asal Bandung yang game ini juga dipublikasikan oleh Toge Productions.
Di game ini kalian bermain sebagai seorang karakter bernama Timmy Malinu, yang diceritakan akan meninggal hari itu juga dengan cara yang cukup mengenaskan.
Dan karena itu pula sepanjang gameplay kalian akan menghadapi begitu banyak rintangan yang mungkin akan bikin kalian frustrasi untuk melewatinya. Tapi hal tersebut tidak membuat game ini kehilangan keseruannya untuk dimainkan, rintangannya ini benar-benar menantang, dan tentunya akan mampu melatih kelihaian jari-jari kalian.
Namun meskipun begitu sebenarnya alur cerita yang coba disampaikan dalam game ini terasa begitu menyentuh dan cukup sedih, khususnya bagi kalian yang habis patah hati.
Samudra
Game yang selanjutnya adalah Samudra, merupakan game yang saya pribadi sangat respek dengan pesan moral yang coba disampaikan dalam game nya. Game yang dibuat oleh developer asal Jakarta ini berhasil memenangkan penghargaan dari Unity dalam event Unity for Humanity 2020 sebagai game dengan tema kesadaran lingkungan dan sentuhan emosional.
Dan benar saja, Khayalan Arts selaku developer dan publisher game ini sukses mengangkat isu pencemaran lingkungan laut ke dalam sebuah game, yang jika kalian coba mainkan game nya mungkin akan menyadarkan kalian tentang seperti apa manusia memperlakukan lautan.
Game Samudra ini menghadirkan beberapa elemen puzzle di dalamnya yang membuat game ini terasa menantang, bahkan Samudra punya ending alternatif yang jika dimainkan akan terasa begitu dilema untuk dipilih.
Menariknya lagi, kalau kalian beli game ini, uang kalian akan dipakai untuk berkolaborasi, guna mengurangi penggunaan sampah plastik di Indonesia sampai tahun 2025. Selain game Samudra, Khayalan Arts juga punya satu lagi game yang punya tantangan seru yaitu Nightmare Incubo, game platformer side-scrolling yang punya nuansa horor tapi menantang.
Ghost Parade
Kalau kalian berpikir semua game yang ada hantunya itu pasti game horor, mari berkenalan dengan game Ghost Parade.
Sebuah game buatan developer bernama Lentera Nusantara, yang dari namanya saja sudah bisa ditebak kalau ini asalnya Indonesia. Berlokasi di Bandung, Lentera Nusantara berhasil membuat game platformer side-scrolling bertema hantu tapi jauh dari kata horor, elemen hantu dalam game ini lebih cocok disebut disebut imut dibandingkan seram.
Hampir sama seperti game platformer lainnya yang sudah disebutkan di list sebelumnya, game ini menghadirkan rintangan sebagai tantangan utama dalam game nya, serta dengan adanya musuh game ini jadi punya elemen kombat menggunakan lentera.
Escape From Naraka
Dan yang terakhir dalam list ini ada game bernama Escape From Naraka. Sebuah game yang banyak menghadirkan nuansa Bali di sepanjang gameplay nya, meskipun dibuat oleh developer asal Yogyakarta.
Game yang dibuat oleh Xelo Games ini menjadi salah satu game 3D platformer yang cukup sukses di pasaran. Selain karena tantangannya yang seru dan menantang karena dilihat dari sudut pandang first person. Namun juga elemen musuh dalam game ini yang cukup agresif kepada kita dan kadang muncul di tempat yang tidak terduga.
Selain itu, game Escape From Naraka ini juga digandeng oleh perusahaan graphics card ternama, yaitu Nvidia, untuk dapat menghasilkan kualitas gambar yang lebih mulus dan responsif.
Penutup
Nah itulah 10 game buatan Indonesia yang menurut saya sangat keren. Sebagai orang Indonesia hal ini tentunya membuat kita bangga dengan karya anak bangsa tersebut, dan tidak lupa kita bisa mendukung mereka dengan beli dan main game aslinya, bukan yang bajakan.
Baiklah semoga pembahasan dalam artikel ini bisa bermanfaat dan memberi wawasan buat kalian. Terima kasih dan sampai jumpa!

8 Komentar
Cuman pernah main dreadout
emang game pixel bagus?
Kebanyakan game horor biasanya
Sayangnya ga bnyk yg dukung dev lokalll
Ini hosting wp di mana min?
Pake hosting buatan sendiri
tawuran anak sma jadi game
anda sangat niat bg