Kalian yang sering browsing atau googling pasti sudah akrab dengan nama domain. Bagi yang baru pertama mendengarnya, domain merupakan alamat website yang terdiri dari kombinasi nama + ekstensi seperti “.com“, “.net“, “.org“, “.go.id“, atau “.co.id“. Contohnya: kalian pasti kenal google.com, instagram.com, tiktok.com, shopee.co.id, tokopedia.co.id, dan kominfo.go.id.

Top Level Domain & Second Level Domain

Sebuah alaman website yang menggunakan domain sebenarnya terdiri dari beberapa bagian, tapi yang paling umum adalah top level domain (TLD) dan second level domain (SLD).

Top level domain merupakan bagian paling terakhir yang biasanya adalah .com, .net, .co.id, atau .my.id. Sedangkan second level domain adalah bagian yang aku sebut sebagai nama domain. Dan sekaligus menjadi bagian paling penting karena inilah identitas utama sebuah alamat domain.

Bayangkan website sebagai rumah. Domain ibarat alamat jalan rumahnya. Jadi, ketika orang ingin mengunjungi website kalian, cukup masukkan nama domain di browser. Dan sebenarnya domain ini hanya berfungsi untuk menggantikan alamat IP sebuah website, karena pada dasarnya setiap website punya alamat IP tersendiri (misalnya seperti 74.125.68.102 untuk Google) dan karena menghafalkan https://74.125.68.102 lebih sulit daripada mengingat https://google.com, jadi dipilihlah domain sebagai alamat webiste bukan pakai IP address.

Kebanyakan domain tersedia untuk umumSiapa pun bisa memakainya, termasuk kalian, untuk berbagai keperluan asal tidak melanggar hukum. Misalnya seperti:

  • ✅ Untuk alamat situs blog (seperti blog ini, mohpoe.com).
  • ✅ Untuk alamat web toko online (seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, atau Shopee).
  • ✅ Untuk website perusahaan.
  • ✅ Untuk website menampilkan portofolio.
  • ✅ Untuk website komunitas.
  • ✅ Untuk alamat web aplikasi.
  • ✅ Untuk alamat server pribadi, server game, atau server secara umum.
  • Dan lain-lain.

Kalau kalian adalah orang yang suka menulis blog, mungkin sudah familiar dengan nama domain “blogspot.com“. Yang merupakan nama domain gratis yang bisa didapatkan ketika membuat blog melalui Blogger.com, sehingga nantinya alamat blog-nya akan jadi blogkamu.blogspot.com atau mohpoe.blogspot.com.

Tapi jika menggunakan nama domain gratisan tentunya orang yang mengakses alamat domain tersebut kemungkinan akan tau kalau itu domain gratisan. Dan itu tidak akan cocok digunakan untuk keperluan bisnis atau untuk mewakili sebuah organisasi, komunitas, atau kelompok.

Sehingga untuk membuatnya terlihat lebih profesional (atau setidaknya keliatan lebih keren). Kalian sebaiknya pakai nama domain sendiri, seperti misalnya website blog ini yang pakai nama domain mohpoe.com.

Nama Domain Tidak Gratis! ❌

Tapi perlu kalian ketahui kalau menggunakan nama domain sendiri itu tidak gratis, yang mana nama domain biasanya akan disewa per tahun melalui perusahaan penyedia domain yang disebut domain registrar, dan perusahaan ini sudah banyak di Indonesia seperti misalnya Domainesia, Niagahoster, Rumahweb, IDwebhost, dan sebagainya.

Dan harga untuk nama domain bisa berbeda-beda, tergantung perusahaan dan nama domain yang kalian pilih. Misalnya domain “.com” pastinya lebih mahal daripada “.my.id“. Jadi tergantung keperluan, kalian bisa tentukan mau pakai domain apa.

  • 💰 .COM (Commercial), untuk keperluan umum seperti, bisnis, toko online, blog pribadi, startup.
  • 🏤 .ORG (Organization), untuk organisasi nirlaba, komunitas, atau yayasan.
  • 🌐 .NET (Network), untuk perusahaan teknologi, jaringan, dan layanan internet.
  • 🎓 .EDU (Education), untuk institusi pendidikan terakreditasi, dan biasanya perlu dokumen tertentu sebagai kelengkapan untuk mendapatkan izin menggunakan domain ini.
  • 🧑 .MY.ID (Personal), untuk keperluan personal, biasanya untuk personal branding, blog pribadi, portofolio, ataupun email pribadi.

Serta ada juga nama domain yang menggunakan kode negara seperti misalnya .go.id untuk pemerintahan di Indonesia, .co.id untuk perusahaan di Indonesia, dan tiap negara punya kode tersendiri yang berbeda-beda dan biasanya hanya digunakan untuk website di negera tersebut saja, meskipun ada juga website internasional yang menggunakan domain sebuah negara.

Selain itu ada juga beberapa domain yang tujuan penggunaannya tidak untuk umum, sehingga hanya pihak tertentu saja yang bisa menggunakan nama domain tersebut, misalnya untuk di Indonesia domain yang tidak umum adalah:

  • 🛑 .ac.id, hanya untuk instansi pendidikan, dan memerlukan dokumen tertentu untuk membuktikan bahwa yang memakainya hanya instansi pendidikan.
  • 🛑 .co.id, hanya untuk instansi perusahaan, biasanya juga memerlukan dokumen khusus sebagai bukti keberadaan perusahaan tersebut.
  • 🛑 .go.id, hanya untuk instansi pemerintahan.

Cara Beli Nama Domain Sendiri 💰

Nah, buat kalian yang mau punya nama domain sendiri sebenarnya bisa sangat mudah dan selain domain khusus kayak yang aku sebutkan di atas, harusnya gak banyak hal yang kalian perlukan buat bisa langsung punya nama domain sendiri. Mungkin kalian cuma perlu siapkan:

  1. Pilih nama domain yang mau kalian pakai.
  2. Siapkan uang sesuai harga nama domain tersebut.
  3. Metode pembayaran online, misalnya mobile banking atau dompet digital (seperti Dana, Linkaja, Ovo, Gopay dll)

Dan jika semuanya udah siap, kalian bisa langsung mulai untuk mendapatkan nama domain pilihan kalian. Nah, sebagai contoh di sini aku akan pakai IDwebhost sebagai tempat untuk beli domain, dan nama domain yang akan aku pakai adalah gez.my.id karena harga sewanya yang lumayan murah.

Periksa Nama Domain

Di sini kalian bisa masukkan nama domain yang mau kalian pakai dan klik tombol Cari untuk memeriksa dan memastikan bahwa domain tersebut belum ada yang pakai. Dan jika masih tersedia, kalian bisa langsung klik tombol Beli.

Setelah itu akan muncul beberapa opsi untuk kalian pilih, pertama jika kalian cuma mau beli domain saja (tidak termasuk hosting-nya), silakan disable pilihan Dengan hosting. Lalu kalian juga bisa pilih mau sewa domain tersebut untuk berapa tahun, tergantung promo yang sedang tersedia harganya juga akan berbeda-beda, dan di sini kalian bisa pilih sampai maksimal 5 tahun.

Serta terakhir kalian juga perlu membuat akun IDwebhost jika belum punya, cara bikin akunnya cukup mudah jadi tidak perlu aku jelaskan di sini, atau kalau sudah punya akun tinggal masuk dengan klik Login Akun, kemudian tinggal lanjutkan ke proses pembayaran.

Lakukan Pembayaran

Nah, di bagian ini kalian tinggal lakukan pembayaran sesuai harga yang tertera dan sesuai metode pembayaran yang kalian inginkan, bisa melalui transfer bank atau kalau mau lebih mudah bisa menggunakan QRIS yang prosesnya bisa sangat cepat.

Perlu kalian ingat kalau biaya ini biasanya akan ada biaya PPN (pajak pertambahan nilai) yang dari pengalaman aku nilainya bisa mencapai 22%.

Dan jika proses pembayaran telah selesai dan sudah diverifikasi, maka kalian bisa lihat keterangan Status yang jika sudah Aktif artinya nama domain pilihan kalian bisa mulai digunakan untuk berbagai keperluan. Baik itu sebagai alamat untuk website, blog, atau toko online kalian.

Atau kalian juga bisa memanfaatkan lebih banyak fitur dari sebuah domain jika kalian mendaftarkan domain ke Cloudflare. Seperti menambahkan fitur keamanan untuk melindungi dari serangan DDoS, membuat email dengan domain sendiri, ataupun menghubungkan domain ke server lokal melalui Tunnel.

Baca juga: Cara Menghubungkan Domain ke Cloudflare secara Gratis!

Penutup

Jadi itulah dia cara mudah untuk membeli sebuah domain melalui IDwebhost, namun perlu kalian ingat bahwa domain tersebut tidak sekali bayar namun sewa dan akan perlu kalian bayar setiap tahunnya jika menggunakan siklus pembayaran setiap 1 tahun.

Selain itu setiap domain mempunyai informasi Whois yang menunjukkan siapa pemilik domain tersebut, di dalamnya ada informasi alamat email dan pastikan kalian isi sesuai alamat email aktif yang bisa kalian akses.

Jadi semoga pembahasan dalam postingan ini bisa bermanfaat buat kalian, terima kasih udah mampir di blog ini dan sampai jumpa!

Penulis

Manusia biasa yang suka main game.

1 Komentar

Tulis Komentar

Exit mobile version